Pelatihan Dasar Penilaian (Appraisal)

Pendahuluan

Sehubungan dengan pesatnya perkembangan perbankan saat ini, juga turut menuntut peningkatan kualitas profesi Penilai di Indonesia. Hal ini didukung dengan peraturan terkait dengan profesi penilaian yaitu dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 125/PMK.01/2008 pada Bab II yang mengatur bidang jasa penilaian meliputi penilaian tanah bangunan, alat transportasi, peralatan militer, pertanian, pertambangan, perkebunan, studi kelayakan dan sebagainya. Bank Indonesia lebih mempertegas lagi dengan dikeluarkannya PBI No. 7/2/PBI/2005 tentang penilaian kualitas Bank Umum dimana untuk agunan diatas 5 Milyar maka agunan wajib dinilai oleh penilai independen. Selain itu dasar hukum mengenai profesi penilai diatur dalam Peraturan UU Pertanahan No. 12 Tahun 2012 dimana pembebasan tanah untuk kepentingan umum wajib dinilai oleh Penilai Independen, serta  Peraturan Bapepam terkait dengan penilaian.

Jumlah Penilai Publik di seluruh Indonesia berdasarkan laporan PPAJP (Pengawas Profesi Akuntan dan Jasa Penilai) sampai tahun 2012 berjumlah 300 dari target 1.500 penilai publik. Sehingga pintu untuk masuk ke dalam profesi penilai masih terbuka lebar. Sedangkan  Bank Swasta, Bank Pemerintah, Pemerintah, instansi – instansi dan Kantor Jasa Penilai banyak membutuhkan tenaga kerja siap pakai yang memiliki kemampuan dasar di bidang penilaian.

Untuk itu Center for Applied Banking and Manajemen (CABM) STIE Perbanas Surabaya menawarkan workshop dan pelatihan Pendidikan Dasar Penilaian (Appraisal) yang akan kami kemas semenarik mungkin untuk mendukung mewujudkan harapan Bapak/ Ibu dalam hal pembekalan Pendidikan Penilaian Dasar.

Pada workshop dan pelatihan Pendidikan Dasar Penilaian (Appraisal)”akan menjadi menarik dan penting karena mengkaji serangkaian konsep dasar mengenai penilaian yang nantinya dapat diharapkan untuk meminimalisir risiko yang dikhawatirkan akan muncul dikarenakan kurangnya kewaspadaan dan penilaian sejak dini.

Maksud dan Tujuan

    1. Mampu meningkatkan daya saing di dunia kerja dengan memiliki keterampilan awal sebagai penilai
    2. Lebih banyak pilihan untuk menentukan masa depan karena memiliki keterampilan lain diluar keahlian yang dimilikinya